Wednesday, September 13, 2006

Your Child Temper

Source:KCM
Agar tidak salah menangani balita Anda, ada baiknya Anda mengenali 5 jenis temperamen si kecil.

Little Angel
Balita yang masuk dalam kategori ini adalah idaman banyak orangtua. Biasanya si kecil sangat mudah menerima lingkungan baru dan gampang merasa nyaman, jika bertemu kerabat atau famili yang baru pertama ditemuinya, ia tidak rewel. Ciri lainnya adalah ia lebih cepat belajar bahasa dibanding balita lain.

Ketika ia menginginkan sesuatu yang tidak bisa dimilikinya, Anda tidak akan kesulitan mengalihkan perhatiannya sebelum emosinya naik. Dan ketika ia sedang rewel, Anda juga bisa membujuknya dengan mudah, sangat jarang balita ini masuk dalam periode tantrum. Si kecil juga senang bermain. Singkatnya, balita ini mudah diatur, bahkan ketika diajak bepergian ia bisa menyesuaikan diri dengan cepat.

Textbook
Semua proses kembang dan tumbuhnya, persis waktunya seperti apa kata buku. Berguling umur 4 bulan, tumbuh gigi ketika berusia 7 bulan, dan sebagainya. Si kecil tidak akan rewel ketika Anda membawanya ke acara sosial seperti pertemuan keluarga meski pada awalnya ia malu-malu saat bertemu orang asing.

Ia lebih nyaman jika berada di lingkungan yang dikenalnya, tetapi jika semuanya sudah diatur dan Anda menyiapkan mentalnya, ia tidak akan kesulitan untuk beradaptasi. Misalnya sebelum masuk play group, Anda sebaiknya menceritakan suasana sekolahnya, apa saja yang akan dipelajari, dan sebagainya, sehingga ia tidak kesulitan menerima lingkungan barunya. Balita dalam kategori ini menyukai rutinitas dan lebih suka jika semuanya sudah dijadwalkan.

Sensitive
Balita dalam kategori ini memiliki sifat yang sensitif dan lambat beradaptasi dengan situasi baru. Ia lebih menyukai dunia yang sudah dikenalnya. Ketika sedang menikmati suatu kegiatan, ia tidak suka diganggu. Misalnya ketika ia asyik dengan boneka atau mobil-mobilannya dan Anda memintanya untuk berhenti, ia akan marah dan menangis.

Balita ini sering disebut sebagai "si pemalu". Dan memang demikianlah sifatnya. Dalam hal bersosialisasi ia memang kurang pandai, apalagi jika ia merasa merasa tertekan di antara teman-teman barunya. Terkadang ia juga susah untuk berbagi.

Sebenarnya ia lebih suka melakukan sesuatu sendiri, untuk itu sebaiknya Anda memberi kepercayaan padanya karena hal itu bisa membuatnya belajar mandiri. Ia adalah anak yang memiliki perasaan peka dan berhati-hati dan serta banyak pertimbangan dalam menghadapi masalah. Balita yang memiliki sifat peka dan sensitif biasanya berbakat dalam hal seni.

Enthusiasm
Si kecil sangat aktif bergerak secara fisik dan cenderung mengalami temper tantrum (marah yang sulit dikendalikan). Ia suka bergaul dan punya rasa ingin tahu yang besar dibanding balita lain. Balita ini suka petualangan ; ia akan melakukan apa yang disukainya dan tidak suka dilarang. Ia sangat bangga jika berhasil melakukan atau mengerjakan sesuatu.

Sebagai orangtua, Anda sebaiknya memberi peraturan yang jelas untuk diketahuinya, mana yang boleh dan mana yang tidak. Sekali ia menangis, susah untuk menghentikannya, bahkan ia punya banyak energi untuk terus menangis. Saat bermain bersamanya, Anda bisa menanamkan ’aturan’ agar ia tidak bersikap semaunya. Anda juga harus kreatif menemukan permainan agar si kecil bisa menyalurkan energinya. Si semangat berbakat untuk menjadi pemimpin dan akan giat berusaha untuk mendapatkan apa yang menarik baginya.

HotHead
Ia adalah anak yang keras kepala, pemarah dan ingin semua sesuai kehendaknya. Jika Anda memaksanya melakukan sesuatu sebelum ia siap, ia akan menolak dan meledak. Jika Anda mengajarinya melakukan sesuatu, ia akan menepis tangan Anda. Karena ia suka mengerjakan sesuatu dengan caranya, ia lebih suka dibiarkan sendiri. Padahal, sebagai balita ia belum terampil mengerjakan banyak hal, tetapi ia cenderung sok tahu, akibatnya ia sering frustasi dan marah.

Ketika sedang marah, ia akan menangis sekeras-kerasnya. Karena ia agak susah mengekspresikan perasannya, maka ia jadi pemarah dan suka memaksa. Balita ini lebih suka melakukan sesuatu sesuai moodnya. Semakin Anda paksa, semakin keras kepala ia. Meski begitu, balita pemarah memiliki ’jiwa lebih tua’, mereka biasanya kreatif, banyak akal dan terkadang bijaksana, seolah sudah pernah mengalami sebelumnya.

Friday, September 01, 2006

Tips for prevention and relief

  • Drink plenty of fluids. The first thing to consider when dealing with constipation is whether your child is getting enough fluids. Fluids of all kinds are important, although water is best.
  • Consume foods that are rich in fiber. The bulk in fruits, vegetables and whole grains, such as wheat bread and bran cereals, is beneficial. So are prune and pear juices. Diets high in fat, sugar, protein or dairy products may aggravate constipation. In general, foods from animal sources promote constipation, and foods from plant sources do the opposite. Because it can be difficult for parents to know what or how much their children are eating in school or child-care centers, the diet at home becomes all the more important.
  • Pay attention to your child's bowel habits. Encourage your child to go to the bathroom as soon as there's an urge to defecate. If your child is constipated, ask him or her to sit on the toilet after meals. It also may be helpful for you to record his or her bowel movements on a calendar or diary.
  • Encourage daily exercise. Just getting up and moving around is one of the best ways to conquer constipation. Staying active helps the digestive system flush waste from the body more quickly.
  • Help your child relax and loosen up. For constipation, doctors may recommend certain muscle relaxation techniques. For example, young children's feet don't usually reach the floor while they're on the toilet. Placing a footstool underneath their feet may take pressure off their pelvic bone and relax their muscles.
  • Laxatives. A doctor may also recommend a laxative or stool softener if improvements in diet and toilet habits don't ease your child's constipation. Check with your doctor before giving a laxative to your child.
  • Promote thorough wiping and cleanliness. It's important to keep the anal area clean to prevent skin irritation, which can lead to pain during defecation. If the anal area is sore, tell your child to clean it with lukewarm water and a soft cloth. Soap and other cleaning agents, such as bubble bath, may cause further irritation.
  • Talking with your child. Your child may be reluctant to discuss bowel habits, particularly after age 4 or 5, when all children become more modest. However, it's important to reassure your child, whatever age he or she happens to be, that mild constipation is bound to occur at one time or another.

It's reasonable to wonder how often your child should be having bowel movements, but there's no definite answer. As a general guideline, though, at least three normal bowel movements a week is probably just fine.

When to call the doctor

In cases of persistent constipation, your doctor may need to rule out an underlying cause. Give your doctor a call if your child:

  • Goes over 10 days without a bowel movement
  • Has had recurrent episodes of constipation since birth
  • Has difficulty participating in daily activities because of frequent bouts of constipation
  • Develops anal tears or hemorrhoids
  • Has to strain in order to expel stool
  • Has blood in or on the stool
  • Has diarrhea, cramping or stool leakage along with constipation

Remain compassionate
Constipation is very common in children, and it can happen at any age. Frustrating as the problem may be, parents should do their best to keep it in perspective — it certainly shouldn't cost you any sleep. With your patience and support, your child will establish regular bowel habits in time.